Lagi sore ini hujan dan badai kencang melanda kota padang, gelap awan menutup semua keindahan dibaliknya. Jalanan macet dengan kendaraan yang lalu lalang ingin segera pulang. Tak banyak yang bisa di lakukan selain kebiasaan online yang menemani setiap hari. Menggigil dalam keinginan, huft.
Merah senja tak lagi terlihat, yang ada hanya gelap dibawah redup lampu-lampu jalan, ku juga ingin segera pulang, tapi itu harus ku urung dalam-dalam karena hujan semakin membuat bumi ini semakin menggigil. Di temani lagu Home versi Michael Buble, terlintas beberapa kata untuk ku tuang dalam bait.
Kau ingatkan aku dalam hujan ini
Saat semua kenangan itu ada dalam kisah nyata
Dulu, waktu itu atau sebelumnya
Hangat sentuhan mu membuat ku bertahan dari beku air
Kau percaya begitupun aku
Jika di ingat, begitu indah tapi itu memory
Rasa dan cerita dalam sebuah lingkup waktu
Ku kenang itu dalam ingatan
Rapat ku simpan agar tak menyakitkan lagi
Sekarang kita terpisah jauh
Tapi apapun, itu sebuah kisah manis
Tak dapat dielakan walau bagaimanapun juga
Kacamata batin ini bergejolak lagi ingin melihatnya
Banyak waktu bersama
Banya juga waktu saling tak sama
Tolong bunuh satu nyawa yang telah hidup bersamanya
Agar tetes embun pagi bisa kembali lahirkan satu semangat baru
Satu hari dalam hidup dimana hati bungkam ini bisa kembali bicara
Dalam sendiri menulis hujan, badai kembali datang, apalagi ini, menghabiskan malam seperti sebelumnya, semoga tidak. Berharap cepat agar reda datang untuk memberi sedikit jeda mengirup nafas bebas. Dan penantian berujung ini ada hasil, malam pun memberi sedikit ruang gerak untuk berpindah. Hujan, banyak kenangan pada setiap orang yang telah melalui mu.





