Ini tentang arti sebuah kesetiaan. Semua badan ini masih merinding setelah cerita penantian itu ku lihat dengan mata ku. Walau dingin memecah tulang hingga panas membakar tubuh, tapi sebuah kesetiaan tak membuat rasa itu ada dirasa. Setia, satu kata yang sangatlah punya sentuhan pada hati, ini bukan hanya pada manusia tapi semua yang diberikan nyawa oleh Tuhan, hanya bagaimana kita menjaga sebuah kesetiaan. Jujur aku belum punya rasa setia yang cukup tinggi sebelum menulis ini, tapi cerita itu kalahkan semua khayal ku dari bawah sadar. Dan membuatku lebih tertunduk, itu dilakukan oleh binatang. Hachiko nama nya, Anjing berjenis Akita asal jepang ini membuktikan sebuah kesetiaan tiada akhir. Menghabiskan waktu lebih dari 9 tahun hanya untuk menunggu tuannya yang tak akan pernah kembali di depan sebuah stasiun kereta tua, menunggu dan berganti waktu lagi hanya untuk menunggu. Sang tuan meninggal di sebuah tempat hingga tak sempat ucapkan selamat tinggal kepada anjing nya yang begitu setia menunggu nya pulang setiap sore. Aku tidak meresensi, tapi ini yang aku rasakan setelah menyaksikan film ini. sebuah penghargaan yang tinggi sekalipun belum bisa melawan sebuah kesetiaan itu. Aku sangat sadar, ini hanya film tapi bukan fiktif, ini nyata, ini kisah, ini abadi dan aku akan buat juga ini abadi di otak dan hati ku agar tetap menyimpannya sangat dalam hingga tak ada yang bisa menghapusnya. Hati ku bergetar, mataku berbinar tapi aku sadar, aku hanya menghayati sebuah keabadian yang pernah ada antara dua hati, walau itu berbeda wujud, tapi tetap satu. Cinta itu butuh setia, tapi tak lengkap jika tak ada kepercayaan, aku mencari-cari hubungan di antaranya, tak terlihat tapi memang harus ada keduanya. Tak lengkap rasanya sebuah kesetiaan tanpa sebuah kepercayaan. Setia, apakah masih ada yang punya, lengkap dengan keabadian dan kepercayaan, aku masih ragu, untuk menguji kesetiaan pada Negara ini saja belum tentu, tapi aku akan tetap mencoba. Begitu banyak kesetiaan yang telah dilanggar oleh hati mereka yang berdusta, tak hanya kepada pasangan tapi juga jabatan dan pekerjaan. Jutaan kebohongan lahir setiap harinya dari mulut-mulut sampah penuh khianat, aku tak muna, tapi aku berusaha agar sampah itu bisa berkurang setiap harinya dan berharap bisa hilang tanpa meninggalkan bekas bau busuk, tapi aku yakin itu sulit, bukan hanya untuk ku tapi untuk kita semua. Aku kembali merenung sesaat, mata kembali mengeluarkan bulir penuh binar haru. , berfikir kalimat apa lagi yang harus aku tuliskan, tetapi hati ini tak sanggup lagi melanjukan. Aku padam dalam malam.





